PEREMPUAN DALAM OLAH RAGA FUTSAL

Bermain futsal merupakan kegemaran hampir tiap lapisan masyarakat Indonesia. Baik di lapangan futsal atau dimana pun, orang-orang dapat bermain futsal tanpa mengurangi kesenangan yang ada di dalamnya. Futsal dimainkan oleh dua tim; masing-masing tim terdiri dari lima pemain. Ukuran lapangannya memang bisa dikatakan jauh lebih kecil dari lapangan sepak bola (baca juga: Sejarah Permainan Futsal). Biasanya, futsal dimainkan oleh laki-laki. Apabila anda melihat lapangan futsal, seringkali laki-laki yang sedang bermain disana. Futsal pun akhirnya identik sebagai permainannya laki-laki.

Akan tetapi, pada saat ini, futsal tidak hanya digemari oleh laki-laki. Para wanita mulai tertarik bermain futsal. Perkembangan futsal wanita di Indonesia dapat dirasakan saat ini. Apalagi, kini di berbagai sekolah, banyak yang sudah membuka ekstrakurikuler futsal perempuan. Tidak hanya itu, klub-klub futsal di universitas dan umum sudah mulai menjamur di Indonesia. Pertandingan futsal wanita semakin marak diadakan, dan hal tersebut semakin membuat minat wanita untuk bermain futsal semakin tinggi. Meskipun begitu, ada banyak pendapat yang muncul ketika wanita bermain futsal. Bahkan, pertentangan dari orang tua ataupun kepantasan.

Pengalaman Wanita Bermain Futsal

Para wanita memberikan beberapa pendapat dan pengalamannya dalam bermain futsal. Beberapa diantaranya memilih futsal karena bagi mereka, futsal merupakan permainan yang seru dan menyenangkan. Selain itu, menurut mereka, futsal perempuan tidak sekeras futsal laki-laki, serta ketika bermain menggunakan dekker / shin guard.  Para wanita juga menyukai olahraga karena futsal lebih gampang dimainkan. Maksudnya bisa kapan pun mainnya, di lapangan mana pun juga bisa kalau sekedar main-main saja. beberapa diantaranya pun sempat merasa takut ketika bermain futsal, tapi kalau sudah di lapangan mereka berusaha menikmati bermain futsal,  jadi takutnya hilang. Banyak wanita juga sudah bermain futsal sejak SD.

Sama seperti laki-laki umumnya yang menyukai futsal, wanita menyukai futsal juga karena menggemari dunia bola. Apakah wanita takut cidera ketika bermain futsal? Menurut mereka, ketika bermain futsal, sebisa mungkin bermain dengan hati-hati dan menggunakan teknik yang sudah didapat.

Apa Pendapat Laki-Laki Tentang Wanita Yang Bermain Futsal?

Sementara itu, ada beberapa pandangan laki-laki yang memang sudah menggandrungi futsal mengenai perempuan dan futsal. Menurut mereka, perempuan yang bermain futsal itu keren, macho, dan tidak kalah dari laki-laki. Para lelaki tidak merasa risih atau khawatir ketika melihat perempuan bermain futsal karena membuktikan bahwa perempuan bisa melakukan apa yang laki-laki lakukan, jadi tidak ada perbedaan. Menurut saya juga tidak masalah bila wanita bermain futsal. Apalagi wanita kalau main seru, teriak-teriaknya bikin greget sendiri, kadang juga menjadi hiburan tersendiri bila melihat wanita bermain futsal.  apalagi kalau yang main cantik-cantik hahahaha.

Sementara itu, perdebatan mengenai perempuan bermain futsal sering timbul. Ada yang merasa keberatan perempuan bermain futsal, ada juga yang merasa tidak keberatan. Mungkin pihak yang merasa keberatan menganggap bahwa futsal adalah permainan yang menuntut kekuatan fisik, sehingga mereka mengkhawatirkan apabila wanita tidak mampu beradaptasi ketika bermain futsal.

Tentangan Bagi Wanita Yang Bermain Futsal

Namun karena memang dasarnya olahraga ini banyak dimainkan laki-laki. Banyak tentangan dari para orangtua yang putrinya bermain futsal. Namun dengan berjalannya waktu, para orangtua menyadari bahwa olahraga ini dapat dimainkan oleh wanita juga. Dan nyatanya sudah cukup banyak atlit wanita futsal yang sukses di olahraga futsal.

Timnas Futsal Putri

Sebagai negara yang masyarakatnya memiliki ketertarikan besar terhadap sepakbola, Indonesia bisa dibilang belum begitu sempurna karena belum sepenuhnya mampu memberikan tempat bagi sepakbola dan futsal wanita. Tidak seperti Negara Jepang yang telah berhasil menjadi salah satu kekuatan baru sepakbola wanita, Indonesia justru hingga saat ini masih belum memiliki Tim Putri yang bisa dibanggakan untuk berlaga di kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Berbeda dengan sepakbola, futsal yang baru saja masuk ke Indonesia beberapa tahun belakangan ini, justru sudah mampu memberikan tempat khusus bagi para penggemar wanitanya. Meskipun belum mampu memberikan pencapaian yang berarti bagi nama Indonesia, namun futsal putri setidaknya telah mampu membuktikan eksistensi mereka dengan mengikuti beberapa kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Ada beberapa agenda internasional yang sudah diikuti tim futsal putri dengan membawa nama besar Indonesia. Salah satunya adalah Asian Indoor & Martial Art Games (AIMAG) yang berlangsung di Incheeon, Korea Selatan, 29 Juni-6 Juli 2013. Dalam event ini, setidaknya ada sembilan negara yang ikut mengirimkan Timnas Futsal putri mereka. Di Grup A ada lima negara yaitu Iran, Thailand, Vietnam, Hongkong, dan Malaysia. Sementara Indonesia berada di Grup B bersama Jepang, China, dan Uzbekistan. Langkah Indonesia di event ini sempat diragukan pada awalnya karena berada satu grup dengan Jepang dan China. Namun motivasi pasukan srikandi futsal yang sangat kuat akhirnya mampu membawa mereka menang tipis 2-1 dari China di laga pertama. Di laga keduanya, timnas putri kembali meraih kemenangan dengan membekuk Uzbekistan 5-1. Lima gol untuk Indonesia diciptakan oleh Rani Mulya Sari, Fitri Rosdiana, Novita Murni, Maulina, dan sang kiper Deliana Fatmawati. Sayang, saat menghadapi Jepang, timnas futsal putri Indonesia harus mengakui keunggulan tim Jepang dengan skor telak 0-5. Meski akhirnya mampu melaju ke semi final, namun para srikandi Indonesia ini akhirnya gagal mempersembahkan medali bagi Indonesia. Mereka hanya mampu duduk di posisi 4, setelah kalah dari Thailand dalam perebutan medali perunggu.

Event berikutnya yang diikuti Timnas Futsal Putri Indonesia adalah SEA Games XXVII di Myanmar yang berlangsung 11-22 Desember 2013. Disiapkan sejak awal tahun untuk mengikuti SEA Games, pelatih kepala timnas futsal putri Hendra Nazir mulai membuka seleksi di akhir Januari dengan mengundang 32 pemain. Sayangnya, dua bulan setelah terbentuk, masalah internal sempat menghinggapi timnas putri. Para srikandi futsal pun akhirnya tidak mendapat restu mengikuti SEA Games dan membuat tim ini untuk sementara dibubarkan. Namun, melihat dari hasil yang mampu mereka capai di ajang AIMAG, Timnas Futsal Putri akhirnya kembali mendapat kepercayaan untuk turut diberangkatkan dalam ajang SEA Games di Myanmar. Sayangnya, di SEA Games XXVII Myanmar timnas putri gagal bersinar dan harus puas pulang ke tanah air tanpa meraih astu pun medali. Tim asuhan Hendra Nazir ini terjerembab di peringkat keempat dengan meraih satu hasil seri 1-1 melawan Malaysia dan satu kemenangan 5-1 saat berhadapan dengan Myanmar.

Pembinaan Futsal Putri Indonesia Melalui Liga Futsal

Berbagai usaha juga dilakukan untuk pembinaan futsal wanita di Indonesia oleh beberapa pihak. Salah satunya adalah dengan diselenggarakannya WFSL (Women Futsal Super League) oleh Asosiasi Futsal Indonesia (AFI). Liga ini akan dilaksanakan mulai 15 April 2015. Pembinaan melalui liga ini diharapkan akan melahirkan para pemain futsal putri terbaik untuk membela timnas. Liga Futsal ini bisa dikatakan sebagai puncak tertinggi kompetisi bagi para pemain futsal putri. Selain itu, diharapkan liga ini bisa memperkenalkan eksistensi futsal wanita di Indonesia, serta memunculkan regenerasi bagi pemain futsal wanita kedepannya.

semoga olah raga futsal di indonesia bisa diterima olah masyarakat indonesia

 artikel diatas kami dapat dari berbegai sumber

tetap semangat sampai kiamat

Facebook Comments
share with a friend...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest

Add comment